Ranperda SOTK ini akan diajukan sebagai prasyarat pengisian jabatan baik struktural dan fungsional, sehingga legalitasnya sebagai sebuah organisasi daerah terpenuhi.
Kepala Bagian Hukum Setdakab Pessel, Sabrul Bayang menjelaskan bahwa Ranperda ini akan diajukan, menyusul akan beroperasinya RSUD Tapan pada tahun 2013.
“Direncanakan pada tahun 2013, RSUD Tapan ini akan melakukan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu SOTK yang menjadi payung hukum sebagai sebuah SKPD akan diajukan dalam waktu dekat,” sebut Sabrul.
Sedangkan untuk meningkatan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan di RSUD DR M Zein Painan, pemerintah setempat juga berencana melakukan relokasi.
Upaya itu menjawab ancaman gempa yang diprediksi berpotensi tsunami pada RSUD yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari bibir pantai. Relokasi ini direncanakan ke bukit PDAM Rawang Painan.
Direktur RSUD Dr M Zein Painan melalui Kasubag Perencanaan, Jafri Wandi ketika dihubungi menjelaskan bahwa master plan dan anggaran pembebasan lahan sudah dimasukkan dalam Rencana Anggaran Perubahan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) TA 2012.
“RSUD Painan memang mendesak untuk direlokasi. Selain bertujuan untuk menjadikan layanan yang representatif. Dalam hal pengembangan juga sulit karena terbatasnya luas lahan. Satu hal lagi yang menjadi dasar adalah untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menghadapi gempa yang diprediksi berpotensi tsunami,” tutupnya. (yon)
Sumber
_____________________________________
PAINAN – Pemkab Pesisir Selatan berencana merelokasi RSUD Dr. M. Zein Painan ke puncak bukit PDAM. Jaraknya sekitar 1 Km dari tempat sekarang. Ancar-ancar, dana pembangunannya bersumber dari pinjaman Departemen Keuangan Republik Indonesia.
Sumber
_____________________________________
RSUD Dr.M.Zein Dipindahkan ke Puncak Bukit PDAM
Bupati Pesisir Selatan H. Nasrul Abit saat bincang-bincang dengan wartawan, Rabu (29/8) di ruang kerjanya menyatakan telah menjajaki ke salah satu direktur di Depkeu yang membidangi dana pinjaman tersebut. Hanya saja masalah teknis pengembalian belum ditindaklanjuti karena ide tersebut belum disampaikan ke DPRD.
Bupati berencana akan menyampaikan ide itu kepada DPRD agar disetujui. Karena nantinya dana pinjaman tersebut kalau jadi, masuk dalam APBD, sehingga proses pembangunan melewati tender.
Menurutnya, jika mendapat persetujuan dari wakil rakyat, bupati bersama pimpinan dewan akan langsung menemui pihak terkait di Depkeu. Hal itu untuk melakukan pembicaraan besaran pengembalian dana, namun dari perkiraan pengembaliannya berkisar 8 persen.
“Pembicaraan kita dengan Direktur PIP Depkeu, mereka mau meminjamkan dana ratusan miliar untuk pembangunan rumah sakit. Bahkan saking antusiasnya mereka, kalau segala administrasi sudah selesai, maka diperkirakan Oktober mendatang bisa dilakukan peletakan batu pertama,” terang Nasrul.
Daerah tetangga Pessel yakni Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu, kabarnya memanfaatkan dana pinjaman Depkeu juga untuk membangun rumah sakit. Begitu pula dengan daerah lainnya di Indonesia, iktu melakukan hal yang sama.
“Jika semua elemen terkait di daerah mendukung rencana ini, maka kita akan memiliki rumah sakit yang representatif dan punya peralatan canggih. Sehingga masyarakat tidak perlu berobat jauh-jauh lagi. Apalagi lokasi yang kita rencanakan tinggi dan diatas pegunungan. Bisa dikatakan aman dari isu tsunami,” katanya.
Guna menindaklanjuti ren cana itu, bupati sudah menginstruksikan Kabag Administrasi Pemerintahan untuk mengurus pembebasan tanah di lokasi yang dimaksud. (430)
Sumber
Bupati berencana akan menyampaikan ide itu kepada DPRD agar disetujui. Karena nantinya dana pinjaman tersebut kalau jadi, masuk dalam APBD, sehingga proses pembangunan melewati tender.
Menurutnya, jika mendapat persetujuan dari wakil rakyat, bupati bersama pimpinan dewan akan langsung menemui pihak terkait di Depkeu. Hal itu untuk melakukan pembicaraan besaran pengembalian dana, namun dari perkiraan pengembaliannya berkisar 8 persen.
“Pembicaraan kita dengan Direktur PIP Depkeu, mereka mau meminjamkan dana ratusan miliar untuk pembangunan rumah sakit. Bahkan saking antusiasnya mereka, kalau segala administrasi sudah selesai, maka diperkirakan Oktober mendatang bisa dilakukan peletakan batu pertama,” terang Nasrul.
Daerah tetangga Pessel yakni Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu, kabarnya memanfaatkan dana pinjaman Depkeu juga untuk membangun rumah sakit. Begitu pula dengan daerah lainnya di Indonesia, iktu melakukan hal yang sama.
“Jika semua elemen terkait di daerah mendukung rencana ini, maka kita akan memiliki rumah sakit yang representatif dan punya peralatan canggih. Sehingga masyarakat tidak perlu berobat jauh-jauh lagi. Apalagi lokasi yang kita rencanakan tinggi dan diatas pegunungan. Bisa dikatakan aman dari isu tsunami,” katanya.
Guna menindaklanjuti ren cana itu, bupati sudah menginstruksikan Kabag Administrasi Pemerintahan untuk mengurus pembebasan tanah di lokasi yang dimaksud. (430)
Sumber












0 komentar:
Posting Komentar