Flash News
Mail Instagram Pinterest RSS
Mega Menu

Memotivasi Pembinaan Generasi Muda Lengayang

"Sosialisasikan Diri Fungsionaris Golkar,
Memotivasi Pembinaan Generasi Muda Lengayang"

    Dalam kesempatan pertama, usai mengikuti pelatihan fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi/Kabupaten/Kota se Sumatera Barat, Minggu hingga Senin (7-8/10/2012), saya mengagendakan ke Daerah Pemilihan (Dapil) Lengayang-Sutera menghadiri Ujian Kenaikan Tingkat/Kyu Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Ranting Kecamatan Lengayang bertempat di SMPN 2 Lengayang yang berlokasi di Kalumpang Koto Baru, Kambang.

    Dalam perjalanan ke kampung saya itu, saya ditemani anak murid saya (Kohai) Risky yang tahun 2012 ini tercatat sebagai mahasiswa IAIN Imam Bonjol Jurusan Matemateka, alumni SMA 3 Lengayang, kami banyak berbincang-bincang kemajuan pengembangan Lemkari Ranting Lengayang ke depan. Ketika sesampai di Pasar Kambang, kami istirahat sejenak di Kedai Yaf sembari memesan mie rebus. Disaat makan mie rebus itu saya bertemu dengan pemilik bengkel las Kurnia, Uda Hasim, secara spontan karena kami sudah lama kenalan, saya utarakan rencana saya mau maju Caleg bahwa saya sekarang adalah fungsionaris Partai Golkar dan mau mencaleg untuk Pessel, Dapil Lengayang-Sutera, Uda Hasim yang masih ada hubungan kekarabatan dengan saya itu langsung setuju, begitu juga dengan Yaf suami dari Riza anak Pak Isam (Alm), teman seangkatan saya di SMPN 1 Lengayang dulu. Beranjak malam, kohai saya Risky pamit karena sudah ada jemputan untuk pulang ke Tampunik. Saya pun beranjak pulang ke rumah Ciani saya, Yusnidar.Ketika sampai dirumah Ciani saya, Pak Edi suami etek saya masih belum tidur soalnya ada tamu dari adik sepupunya. Karena mata saya lagi sakit, setelah dikasih obat saya langsung tidur bersama si Tahul, anak ciani saya yang bungsu.

    Dipagi Minggu (21/10) itu sesuai rencana yang diusulkan, jam 8.00 Wib saya sudah berada di Halaman SMPN 2 Lengayang dan menitip spanduk kegiatan kepada kohai yang ada disekolah itu, tetapi ada kontak dari Pak Edi Mabob, anak buya Damhuri agar terus aja dulu ke salah satu kedai kira-kira seratus meter dari Jembatan Kalumpang.  Ternyata disana sudah ada Uda Med, Yulmedia, Kepala Sekolah SMPN2 Lengayang dan beberapa orang yang ada di kedai itu, saya salami satu persatu.Tentu perbincangan saya dengan dua tokoh pendidikan Lengayang berlangsung akrab, soalnya keberadaan uda-uda saya ini sebagai pimpinan sekolah cukup menggairahkan eskrakurikuler di sekolah, baik dibidang olahraga maupun seni. Sesuai kesepakatan kami pada waktu itu, saya duluan ke SMPN 2 Lengayang.

    Saya hadir di SMPN 2 Lengayang, seratusan siswa SMP itu tengah berbaris, sementara para karateka yang lain berlatih mempersiapkan diri dan menyelesaikan administrasi ujian mereka. Selain itu para orang tua karateka juga ramai menyaksikan aktivitas anak-anaknya pagi itu. Ada Rijal Mala bersama istrinya, ada puluhan orang tua lainnya, diantaranya istri Da Yal Kayo. Pada kesempatan itu, saya ambil alih mengkoordinir pelatihan siswa SMPN 2 Lengayang, saya perkenalkan tata tertib sebagai anggota baru Lemkari. Usai memberikan hantaran singkat tata tertib, saya berikan motivasi kepada calon pemuda nagari masa depan itu.


    Khusus pelaksanaan ujian kenaikan sabuk/Kyu, setelah acara pembukaan dengan memberikan kesempatan kepada Kepsek SMPN 2 Lengayang memberikan sambutan dan saya didaulat untuk membuka kegiatan itu, saya memberikan kesempatan kepada yunior-yunior saya untuk menguji dengan baik, diantaranya Valjuli Wardi, Jal Syafrianto, dan M Oli. Para peserta ujian kenaikan tingkat lebih kurang 50-an peserta mengikuti materi dengan baik. Sebagai penguji dan pembina Lemkari Lengayang, saya senang dukungan pembinaan generasi muda melalui olahraga karate sudah lebih baik dibandingka ketika saya mengembangkan Lemkari di Lengayang tahun 90-an lalu. Soalnya waktu tahun 90-an dulu putra asli daerah (PAD) belum ada yang menjadi pejabat Kepsek, dukungan yang ada baru sebatas dukungan formal saja, kalau sekarang dukungan Kepsek full, karena juga bukti untuk mewujudkan kinerja pimpinan sekolah dalam rangka mengembangkan kreativitas siswanya.

    Pada kesempatan pembukaan Bapak Yulmedia selaku Kepsek SMPN 2 Lengayang mengungkapkan bahwa ia berkeinginan potensi pelajar Sekolah Menengah Pertaman Negeri (SMPN) 2 Lengayang  yang pimpinnya dimaksimalkan. Kini para pelajar diberi ekstrakurikuler beladiri karate-Do (Lemkari--red) untuk mengembangkan diri. SMPN 2 Lengayang Kabupetan Pesisir Selatan akan berupaya merealisasikan pembinaan mental siswanya lewat olahraga karate. Mulai akhir pekan lalu, 80-an pelajar SMPN 2 Lengayang sudah mulai berlatih dibawah asuhan Muhammad Oli, mantan atlet Forki Sumbar. Dua kali sepekan akan ada proses latihan karate di sekolah yang bertempat di Koto Baru Kambang ini.

    Sementara itu, saya selaku Pembina Lemkari Ranting Lengayang didampingi tim pelatih yakni M Oli, Jal Syafrianto berkomitmen untuk dapat mengembangkan ekskul karate dengan baik disekolah itu. Berbagai iven karate telah diikuti karateka Lemkari Lengayang, umumnya dari kalangan pelajar di Lengayang, baik dari Dojo SMAN 1 dan SMAN 3 Lengayang serta beberapa dojo sekolah dasar.


    Usai ujian kenaikan sabuk itu, Kepsek SMPN 2 Lengayang juga mengajak bersenandung di ruangan kerjanya, soalnya sekolah itu baru saja memiliki orgen dengan perangkat sound sistem yang sederhana. Tidak hanya Da Met yang ada diruangan itu, juga ada Pak Edi Mabob, dengan memanfaatkan  kesempatan itu saya juga melatih olah vokal saya, dengan melantunkan lagu-lagu Minang. Ternyata dijepret oleh Da Met dan dimasukan difacebooknya.

    Sesuai dengan skedul yang disusun M Oli, saya makan siang di rumah Fina, sabuk biru, salah seorang kohai Lemkari Lengayang yang baru saja berprestasi meraih medali perunggu pada Invitas Olahraga Massal yang digelar Dispora dan Forki beberapa waktu lalu. Rumah Fina, yang terletak di Kayu Kalek menghidangkan masakan kampung yang saya sukai, gulai ikan karang. Sekitar sepuluh orang kami makan siang di rumah Fina, yang Bapaknya seorang nelayan tangguh dan memiliki cita-cita Fina menjadi guru biologi kelak.

    Usai kegiatan karate, Ujian Kenaikan Sabuk siang itu, semua yang sempat saya jumpai Minggu (21/10) saya sampaikan niat saya untuk maju Caleg DPRD Pessel, Silviniasri, aktivis alumni SMP N Lengayang Angkatan 88, Aciak Syafrizen dengan anggota Pramuka SMA 1 Lengayang yang kebetulan shalat Azhar berjamaah di sebuah Masjid. Pertemuan saya dengan Aciak Zen disamping sebagai kegiatan rutin saya jika di pulang, juga membicarakan sesuatu hal tentang peristiwa kenakalan remaja yang terjadi akibat hilangnya rasa saling menghargai.

    Hari beranjak petang, saya mempersiapkan diri untuk bershilaturahmi dengan Pak Edi Mabob. Tapi lampu PLN dikampung kami pudur dan hujan pun mengguyut Ranah Lengayang, kami dengan mobil kijang saya menuju kediaman Da Met demi semangat untuk beriya-iya dengan tokoh pendidikan Lengayang, diskusi panjang tentang pembangunan pendidikan Lengayang dan Pessel umumnya menjadi topik diskusi kami di rumah Da Met. Disela-sela diskusi itu Pak Edi Mabob kembali mengingatkan saya untuk kegiatan Senin (22/10) upacara bendera di SMAN 3 Lengayang bahwa saya diminta untuk jadi pembina upacara, pertemuan silahturahmi itu berakhir dengan mohon pamit ke Da Met dan istrinya serta mertuanya, pensiunan guru SD.


Perdana, Saya Pembina Upacara di SMA 3 Lengayang

Kegiatan lain adalah memenuhi permintaan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Lengayang, M Junaidi, dengan sigap menyikapi keberadaan saya selaku pembina Lemkari Lengayang dengan mengundang saya sebagai pembina upacara ,Senin
(22/10). Untuk memberikan wawasan keolahragaan dan pengalaman, upacara setiap Senin yang digelar di halaman SMAN 3 Lengayang berlangsung hikmat. Amanat pembina upacara difokuskan mendorong siswa giat berolahraga.

Sebelum saya sampai ke sekolah itu, saya jumpai Pak Cebe, pemilik rice miling yang masih kerabat saya, dengan rendah hati saya sampaikan keinginan saya bahwa saya butuh doa dan dukungan Pak Cebe bahwa saya mau mencalonkan diri. Dijawab Pak Cebe dengan penuh senyum, semoga berhasil. Sebelum saya sampai di Simpang Kampuang Pinang, saya dikontak Pak Arif, Pimpinan Partai Golkar Kecamatan Lengayang untuk bertemu. Pertemuan itu terjadi dengan diskusi yang mantap dan beliau menyampaikan punya agenda ke Padang siang itu, namun saya sampaikan kegiatan saya pagi itu, beliau cukup senang, lanjutkan.

Upacara rutin setiap Senin di SMAN 3 Lengayang yang dipimpin M Junaidi itu dimulai pukul 8.00 WIB dan berlangsung selama satu jam. Upacara dilaksanakan perangkat upacara tanpa sound sistem, karena ada kerusakan teknis. Siswa petugas upacara kemudian melaporkan upacara siap dimulai.

Terlihat beberapa guru piket sibuk membantu merapikan barisan, komandan upacara menyiapkan barisan dan melaporkan upacara siap dilaksanakan. Dengan diiringi alat musik. seperti upacara 17 Agustusan di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, lagu Indonesia Raya berkumandang seiring berkibarnya Bendera Merah Putih.

Saya saat diminta memberikan arahan dan sambutan disamping memberikan wawasan keolahrgaan dan berbagi pengalaman juga mengulas 6 fondasi keberhasilan yang perlu disiapkan sebagai pelajar untuk menatap hari esok yang lebih baik, yakni Kejujuran, karakter, integritas, keteguhan, cinta dan kesetian.

Seperti diketahui, upacara bendera merupakan kegiatan sekolah yang wajib dilaksanakan untuk menanamkan, membina dan meningkatkan penghayatan serta pengamalan nilai luhur dan cita-cita bangsa Indonesia. Disamping itu pelaksanaan upacara bendera ini juga sangat penting dalam hal mewujudkan disiplin, ketertiban, rasa cinta tanah air serta sebagai sarana untuk menyampaikan informasi yang sifatnya menyeluruh kepada aparat sekolah atau warga sekolah.

Pada kesempatan itu guru-guru SMAN3 Lengayang mampu menumbuhkembangkan nilai-nilai dan cita-cita luhur bangsa secara maksimal kepada peserta didik, "Saya salut dengan guru-guru SMAN 3 Lengayang bisa memberi contoh dan sori toladan dengan rutin mengikuti upacara bendera. Peserta penuh disiplin, tertib, dan rasa cinta tanah air tertanam dengan baik," ujarnya.

Kegiatan saya sebagai pembina upacara bendera Senin (22/10) di SMAN 3 Lengayang itu diakhiri dengan penyerahan satu buah bola kaki dan dua buah bola takraw. Hal sebagai bukti kepeduliannya kepada pengembangan olahraga di sekolah tersebut. Dan siang Senin (22/10) saya itu menuju Padang, dalam perjalanan ke Padang, saya singgah di kediaman Ayah saya, Kamaruddin, sesepuh Partai Golkar di Pessel, dan membeli pesan istri saya pinukuik Batang Kapeh, sesampai di Painan, saya singgah di Kantor Dinas Pendidikan Pessel sesuai pesan Pak Edi Mabob, setelah shalat zuhur kami menuju Padang.

0 komentar:

Posting Komentar