Flash News
Mail Instagram Pinterest RSS
Mega Menu

Anak-anak SD Ini Menyebrang Sungai Demi Menuntut Ilmu




Metrotvnews.com, Padang: Demi menuntut ilmu anak-anak di Desa Jorong Lambung Bukik, Sumatra Barat, menyebrangi derasnya arus sungai dilakukan selama bertahun-tahun. Ironisnya wajah buruk infrastruktur daerah ini telah memakan nyawa lima orang siswa.

Kata 'Miris' tidak cukup menggambarkan nasib para siswa SD 10 Kayu Gadang di Jorong Lambung Bukik, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Nyawa pun mereka pertaruhkan saat menghadapi arus deras Sungai Surantih demi menuntut ilmu. Karena ketiadaan jembatan penghubung, setiap hari anak-anak harus berjuang keras menyebrang sungai selebar 20 meter.

Bagi Wanda dan teman-temannya, mempertaruhkan nyawa dengan menyebrangi sungai sudah dilakukan selama 6 tahun, sejak di kelas 1 SD. Rasa takut dan was-was bukanlah sebuah pilihan, ia tetap harus bersekolah.

Tidak cukup sampai disitu, jika terjadi hujan deras saat bersekolah mereka terpaksa tidak pulang ke rumah. Mereka harus bermalam di rumah warga demi menunggu hujan reda dan arus sungai kembali normal.

Sedikitnya lima orang anak hanyut di sungai ini, namun tidak menggugah pemerintah untuk mempercepat pembangunan jembatan penghubung antardesa di Lampung Bukit.

Sementara di ibu kota, mari kita tengok para anggota dewan yang terhormat yang lebih senang melancong keluar negeri untuk studi banding dengan anggaran Rp146 miliar, daripada berpulang ke dapil mereka untuk menengok para rakyat yang hidup jauh dari sejahtera.

Tidak hanya itu, anggota dewan ini merasa kurang nyaman dengan gedung tempat mereka bekerja hingga Rp1,3 triliun pun tanpa malu mereka anggarkan, bukan untuk jembatan, sekolah dan rumah sakit, namun untuk sebuah gedung baru dan toilet. Sepertinya Wanda dan temannya di SD Kayu Gadang perlu bersabar lebih lama.(DNI)

0 komentar:

Posting Komentar