Painan, Maraknya penyalahgunaan Narkoba membuat berbagai pihak resah. Termasuk dugaan peredaran gelap narkoba dilembaga-lembaga pemasyarakatan. Pihak Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga kerap melakukan razia gabungan dengan melibatkan instansi terkait seperti kepolisian, dan Badan Narkotika Nasional untuk melakukan tes urine.
Pada Jum’at (2/11), Sekitar 53 Napi penghuni Rutan Kelas II Painan, mendadak dikunjungi BNNP Sumbar, rombongan yang dipinpin oleh Kasi Peran Serta Masyarakat BNNP Sumbar E.Maila dan sejumlah staf melakukan tes urin terhadap warga binaan.
Acara yang digelar di Gedung pertemuan Rutan Kelas II B Painan itu, juga dihadiri oleh wakil bupati H. Editiwarman, kepala Rutan Kelas II B Painan Edi Kasman dan segenap penghuni Lembaga Pemasyarakatan,
Selanjutnya, Wakil Bupati Pessel, Editiwarman yang juga selaku Ketua Tim Penangulangan Narkoba Pessel, berharap banyak dengan ada tes urin dan sosialisasi yang dilakukan kepada para Napi Rutan kelas II B Painan ini, warga binaan benar-benar bersih dan tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.
" Kita berharap LP Painan betul-betul bersih dan para warga tidak terlibat lagi dengan Narkoba, karena itu kita juga memberi apresiasi kepada para petugas yang telah membina warga dengan baik dan sungguh-sungguh, ujar Wabup.
Sementara itu Maila, kegiatan tes urine sekaligus sosialisasi NArkoba ini dilakukan untuk menciptakan kondisi lingkungan di dalam Rutan yang aman, sehat dan jauh dari narkoba. Karena diidikasikan sejumlah LP masih terjadi peredaran gelap narkoba.
Berdasarkan pantauan, tes urin siang itu digelar, untuk melihat dan mengecek Napi apakah masih ada para Napi yang mengunakan Narkoba atau tidak . Jika para Napi ini masih mengunakan narkoba pihak BNNP Sumbar juga telah menyediakan Pusat Rehabilitas Narkoba yang berada di Lido Sukabumi Bogor, khusus untuk pecandu Narkoba dan kegiatan konseling para pecandu narkoba.













0 komentar:
Posting Komentar