Flash News
Mail Instagram Pinterest RSS
Mega Menu

PESANTREN SALAFIAH TARBIYAH KOTO KANDIS BENTENG TERAKHIR PERADABAN KAMBANG


Kendati tersuruk dari keramaian, namun Pondok  Pesantren Salafiah Tarbiyah Islamiah yang berlokasi di Koto Kandis tetap eksis dan terus membangun peradaban. Pontren yang berdiri pada tahun  1950, atas gagasan Trio ulama besar Kambang Syeh Pakiah Nantang Qadir Bagindo Sati, Buya Minsir dan Buya Usman hingga kini masih diminati santri. 

Pontren yang  pada awalnya bernama Tarbiyah Islamiah yang belajar sudah memakai sistem klasikal dan salah satunya memanfaatkan ruangan Masjid Nurul Aula yang konon juga Masjid tertua dikecamatan lengayang.

Pesantren yang berumur lebih enam puluh tahun ini semula hanya sebuah pedepokan belajar yang menjadi tempat berkumpul para pemuda dari berbagai daerah di Minang Kabau. Kemudian membentuk pusat pendidikan keagamaan. Para pemuda yang telah kembali menimba ilmu dari berbagai pondok pesantren ditanah jawa bahkan ada yang sudah menamatkan pendidikan di Mesir ingin menularkan ilmunya kepada rakyat.

Sekilas sejarah mencatat pesantren ini pada tahun 1955 mulai belajar di rungan kelas atau menggunakan sistem klasikal. Kemudian sambil berjalan dibangun  ruang belajar atas   partisipasi dan swadaya masyarakat kampung Koto Kandis.

Maka sejak saat itu masyarakat koto kandis  kambang kedatangan para guru dari berbagai pelosok, sebut saja beberapa ulama terkenal masa itu, Syeh Abdurahman  dari Bukit Tinggi,  Buya Pakiah Nantang  dari Surantih alumni  Al Azhar Mesir, Buya Mangkoto, Buya Minsir dan Buya Junid dari semunya berasal dari Bukit Tinggi dan Padang Panjang.

Kehadiran para guru alumni berbagai pondok pesantren tersebut membawa darah segar bagi eksistensi Pesantren Koto Kandis dan gaungnya sebagai pusat pendidikan makin dikenal, bahkan pada tahun-tahun berikut, santri yang belajar disini berasal tidak saja dari kenagarian Kambang tetapi datang dari berbagai nagari tetangga, seperti Surantih, Batang Kapas, Balasi Selasa bahkan ada yang dari Muko-Muko dan dari Sungai Penuh Kerinci.

Menurut Pembina sekaligus Pengasuh Pesantren Koto Kandis, Dodon Hardiman, bahwa sampai saat ini kiprah Pondok tidak pernah surut dalam usaha membangun karakter generasi muda Kambang, walau secara finansial pengelola sering mengalami kendala tetapi tetap ada solusi sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik.

"Pengelola berusaha memaksimalkan potensi yang ada, termasuk pemberdayaan santri dengan kegiatan pertanian dan perkebunan sehingga untuk menutup belanja operasional sebagian besar dapat diongkosi dari kegiatan pertanian tersebut" jelas Hardiman optimis

Lebih jauh dia berharap agar para donatur juga memberikan atensinya kepada keberlangsungan pesantren dengan menyalurkan donasinya sehingga dapat mengurangi beban keuangan pengurus terutama dalam membayar gaji atau honor ustad/ustazah.

"Kendati para ustad sering terlambat mendapat honor namun bagi mereka pengabdian untuk membesarkan pesantren dapat mengalahkan kepentingan pribadinya, bahkan ada yang rela tidak dibayar asal eksistensi pesatren terus berlanjut" tukuk Hardiman.

Keahlian khusus para alumni yang  lulus dari pesantren ini ciri khasnya mampu menguasai   ilmu Nahwusaraf, balaghah  dan syariah dan hukum islam serta ilmu umum lainnya. Bahkan terkait serapan laangan kerja para alumni juga tersebar diberbagai instansi pemerintah  terutama yang berdinas dijajaran kementrian agama.

Tampa bermaksud menyombongkan diri, Hardiman juga memaparkan berbagai torehan Prestasi yang diraih oleh santri dan santriwati pesantren Koto Kandis diantaranya juara  II KITAB GUNDUL TINGKAT PROPINSI,  JUARA 1 ASMA ULHUSNA TINGGKAT KABUPATEN, JUARA II KHOTBAH  JUMAT TINGKAT KABUPATEN, dan berbagai prestasi level kecamatan. Bahkan santriwan dan santri wati raih  tujuh nomor pada beberapa  MTQ  di antaranya .JUARA 1  DI BIDANG AQIDA KITAB  IHYA.I .ULUMUDDIN . ( RIDO PERNANDO)  JUARA 1  DI BIDANG ILMU NAHWU KITAB ANNAHWI IBNU AKIL (ANDRI) JUARA II KITAB TAPSIR JALALEN  (RIKO SELPUTRA ) JUARA  II  BIDANG ILMU BALGHA  ( MIDI PUTRA) JUARA II  KITAB IHYA.I. ULUMUDDIN . (MERI )  JUARA II DI BIDANG TAPSIR KITAB JALALEN( ZIL HIDAYATI ) JUARA  III DI BIDANG ILMI NAHWU KITAB KHAFIYATUL  AHYATK. (KHAIRANI )
.<wendi>


0 komentar:

Posting Komentar